Matt Kwasniewski-Kelvin: Gitaris Black Midi, Berpulang di Usia 26 Tahun – Dunia musik internasional kembali berduka setelah kabar meninggalnya Matt Kwasniewski-Kelvin, gitaris pendiri dan mantan anggota band eksperimental asal Inggris, Black Midi. Musisi berusia 26 tahun ini di kabarkan telah meninggal setelah perjuangan panjang melawan masalah kesehatan mental, menurut pernyataan yang di bagikan oleh keluarganya melalui akun label rekaman band, Rough Trade Records pada 12 Januari 2026.
Perjalanan Karier dan Peran di Black Midi
Matt Kwasniewski-Kelvin di kenal sebagai salah satu pendiri Black Midi, band yang terbentuk pada 2017 saat ia dan rekan-rekannya Geordie Greep, Cameron Picton, dan Morgan Simpson masih belajar di BRIT School di London. Dengan gaya musik yang eksperimental dan berani, Black Midi cepat menarik perhatian dunia musik alternatif.
Salah satu kontribusi terbesar Matt adalah pada album debut band mereka, Schlagenheim (2019), yang mendapatkan nominasi Mercury Prize dan dipuji oleh kritikus karena inovasinya. Dia memainkan peran penting dalam menciptakan suara unik Black Midi yang menggabungkan elemen noise rock, post-punk, dan eksperimen sonik lainnya.
Namun pada awal 2021, Matt memilih untuk mundur dari band demi fokus pada pemulihan kesehatannya setelah berjuang dengan tantangan mental yang cukup berat. Keputusannya itu ia sampaikan secara terbuka kepada para penggemar, meskipun ia tidak lagi tampil dalam rilisan berikutnya.
Respons dan Pesan dari Keluarga & Komunitas
Baca juga : Perseteruan Ratu Sofya dan Sang Ibu Jadi Sorotan Publik
Dalam pernyataannya, keluarga Matt menggambarkan sosoknya sebagai “musisi berbakat dan pribadi yang baik serta penuh kasih,” namun menyatakan bahwa ia akhirnya “tunduk pada perjuangan panjangnya”, meskipun sudah di lakukan berbagai upaya.” Mereka juga menyampaikan pesan penting agar orang-orang tetap memeriksa kondisi mental orang yang mereka cintai, agar tragedi serupa tidak terus terjadi.
Label rekaman Rough Trade Records juga memberikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan teman-teman Matt, menyebutkan bahwa kepergian sang gitaris merupakan kehilangan besar bagi komunitas musik independen.
Selain itu, rekan-rekan musisi serta tempat pertunjukan tempat Black Midi sering tampil di London, seperti The Windmill di Brixton, juga memberikan penghormatan dan berbagi kenangan tentang kontribusi kreatif Matt terhadap musik dan komunitas mereka.
Warisan dan Dampaknya
Meskipun kariernya singkat, pengaruh Matt Kwasniewski-Kelvin dalam perkembangan Black Midi dan genre musik eksperimental sangat signifikan. Kreativitas dan semangatnya dalam bermusik meninggalkan jejak kuat bagi penggemar dan musisi lain. Kepergiannya juga kembali menyoroti pentingnya kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental, terutama di dunia seni yang sering menghadapi tekanan intens.
Kabar duka ini tidak hanya mengingatkan tentang talenta yang hilang terlalu dini, tetapi juga mengajak publik untuk lebih terbuka dalam berbicara dan menangani persoalan kesehatan mental di sekitar kita.